Rabu, 27 Agustus 2025

Hiduplah; barangkali itu saja pintaku.

(1)

Hari ini, apakah dunia tunduk padamu?

Apakah dunia tunduk pada inginmu?

 

Jika kita bicara tentang realitas kehidupan, apakah itu berarti kita terlalu kaku untuk memaknai sebuah perjalanan? Sedang kata orang perjalanan hanya sekedar kita melewati hari-hari yang tidak diharapkanpun pasti akan datang.

 

Apa yang mudah dari sebuah perjalanan kehidupan? Tidak ada.

Bahkan saat bersantai sekalipun selalu ada pikiran mengenai kekhawatiran, padahal belum tentu datang. Tidak ada yang mudah, sebab kesulitan yang pasti datang adalah teka-teki tidak terencana yang perlu dipecahkan.

 

Kemudian, apakah teka-teki ini yang bisa dengan mudah kita cari jawabannya tanpa perlu melawan dunia? Langit tak selalu biru, jalan tak selalu rata, kadang kita berjalan diatas batu-batu tajam dengan kaki telanjang. Dengan harapan yang mulai retak, dengan cahaya yang tidak lagi menyala.

Kamu pasti banyak mendengar tentang dunia yang keras, tapi bukan berarti tanpa arti. Katanya mendewasakan, katanya membuat tangguh, membentukmu menjadi kuat dan tidak mudah rapuh. Tapi, apakah tanpa air mata? Apakah tanpa pura-pura?

 

Kamu tau, dunia ini batu.

Lebih batu dari isi kepalamu yang seringkali membuat ide gila sendiri. Keras kepalamu tak akan bisa melawannya. Bisa saja kamu punya prinsip, tapi apakah dunia paham bahwa prinsipmu yang pasti membawamu menaklukkan dunia dan isinya?

 

Tapi, hiduplah.

Jangan jadi pahlawan, jangan pula jadi pecundang.

Hiduplah sebagai tokoh yang kadang membawa cahaya, kadang yang mematikannya pula.

  

selamat ulang tahun, cerita ini bersambung.

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Minggu menjelang Senin.

Setengah mati, aku berusaha tidak merindukan yang tidak seharusnya. Kemana arahnya nanti, aku tidak bisa mengira-ngira. Hanya saja aku terla...