(2)
Nyatanya hidup tak berjalan seperti yang kita rencanakan.
Waktu yang kita sepakati tidak ditepati, orang yang kita harapkan mengerti malah pergi, janji-janji yang bisa kita pastikan tak pernah jadi kenyataan, semudah kita meyakini orang-orang akan memberikan usaha terbaiknya untuk memperlakukan kita dengan semestinya ternyata hanya angan saja.
Menjadi orang yang pertama datang, menghargai setiap janji yang diikatkan, mengusahakan datang pada waktu yang ditentukan adalah salah satu caramu menghargai orang. Tapi seringkali aku mendengar kekecewaan perihal mereka yang ternyata tidak punya komitmen waktu yang sama. Rencana yang digambarkan sebelumnya menjadi seperti sia-sia karena waktu yang terbuang percuma.
Aku teramat menikmati saat kamu menceritakan betapa hari-hari menjadi sempurna karena berada dalam genggamanmu. Segala hal yang diprediksikan jadi kenyataan, orang-orang yang berada dalam lingkaranmu menjadi dia yang mampu kamu kendalikan, betapa kesulitan seperti tidak ada sebab kamu bisa memprediksikan masalah dan siap dengan solusinya.
Namun, tahukah kamu betapa kamu menjadi teramat berbeda ketika membahas siapapun yang ternyata tidak berada pada garis yang telah kamu buat sebelumnya? Memang ini tidak terjadi hanya pada kamu saja, banyak orang lain yang mengalami hal yang sama, pun aku.
Tapi segala pusat cerita kali ini hanya milikmu.
Dalam beberapa cerita, kamu menjadi pusatnya.
Dunia bergerak mengelilingimu, menjadikanmu sebagai porosnya hingga celamu tidak mungkin menjadi bahan untuk dicemooh mereka. Kamu adalah titik kumpul yang menjadi penentu baik buruk, susah senang, bahkan maju mundurnya setiap keadaan.
Kamu tidak sadar. Sebab kamu tidak mampu menyombongkan diri perihal menguasai situasi.
Dan... dari semua keluh kesah, omelan, hujatan, umpatanmu, seberapa sering kamu mengucapkan "yasudah" tanpa menambahkan kalimat kekecewaan? Hanya "yasudah" tanpa menambahkan bumbu-bumbu pemantik rasa kesal yang asalnya dari kita sendiri. Membatasi kita untuk tidak disakiti.
Seberapa sering kamu memaklumi keadaan?
Selamat bertumbuh menjadi versi baru, sampai jumpa lain waktu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar