Aku tak mau basah.
Aku tak mau tenggelam dalam keluh yang menyedihkan, tenggelam pada rindu yang menyakitkan.
Bagaimana bisa aku merelakan cinta dikotori oleh mata yang memandang dengan hina, padahal jelas ada cinta istimewa yang diikhlaskan.
Aku tak mau dingin.
Duduk sendirian menghangatkan badan, sedang kamu menghangatkan hati lain yang tak pernah basah dan kedinginan.
Aku memberi secukupnya, meminta secukupnya pula.
Kamis, 20 Maret 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Minggu menjelang Senin.
Setengah mati, aku berusaha tidak merindukan yang tidak seharusnya. Kemana arahnya nanti, aku tidak bisa mengira-ngira. Hanya saja aku terla...
-
(2) Nyatanya hidup tak berjalan seperti yang kita rencanakan. Waktu yang kita sepakati tidak ditepati, orang yang kita harapkan mengerti mal...
-
(1) Hari ini, apakah dunia tunduk padamu? Apakah dunia tunduk pada inginmu? Jika kita bicara tentang realitas kehidupan, apakah itu ...
-
Bercerita tentang Gili Labak memang tidak ada habisnya, sampai-sampai tulisan tentang Pulau Gili Labak yang ada di Madura ini sudah masuk ke...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar