Hai, kamu apa kabar?
Hampir menutup hari aku baru tersadar bahwa seharian ini kamu tidak ada dalam pikiran, bahkan jeda hari yang biasanya aku gunakan untuk meredam kegelisahan karena kamu yang begitu berisik di kepala ternyata sebentarpun tidak mampir.
Aneh yaa.
Tapi ternyata tidak jelek juga.
Aku sendirian sekarang, menikmati segelas ocha dingin yang biasanya dipesan berdua tapi ternyata tidak masalah jika hanya satu gelas. Ramenpun masih terasa nikmat meski hanya semangkok.
Akan ada masa dimana ketiadaan terasa tidak apa-apa, tapi untuk sampai disana perlu patah dan jatuh berulang kali sampai-sampai tidak terasa sakitnya lagi.
Bukan karena kuat, tapi terbiasa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar