Mengapa memilih hati yang lain jika pada hatimu aku telah menemukan tempat serupa rumah.
Dimana jarak yang menciptakan rindu kau simpan baik-baik, kau bungkus rapi dan ditempatkan pada kotak-kotak kaca yang tiap saat kau nikmati.
Di hatimu yang seperti rumah, aku menyandarkan lelah. Tanpa harus pura-pura kuat dan seperti tidak terjadi apa-apa. Aku melepaskan lemah untuk ku ikhlaskan perginya ketika telah sampai di bahumu. Setelahnya kau memberikan energi tanpa aku harus meminta, bahkan hanya dengan tatapan mata.
Rabu, 24 Juli 2013
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Minggu menjelang Senin.
Setengah mati, aku berusaha tidak merindukan yang tidak seharusnya. Kemana arahnya nanti, aku tidak bisa mengira-ngira. Hanya saja aku terla...
-
Bercerita tentang Gili Labak memang tidak ada habisnya, sampai-sampai tulisan tentang Pulau Gili Labak yang ada di Madura ini sudah masuk ke...
-
April 2016 ini adalah perjalanan kedua mengunjungi Gili Labak dan bebarengan dengan musim penghujan. Pertama kali datang ke pulau yang terl...
-
Aku tak mau basah. Aku tak mau tenggelam dalam keluh yang menyedihkan, tenggelam pada rindu yang menyakitkan. Bagaimana bisa aku merelak...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar